4 Apr
TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memprediksi adanya peningkatan permintaan perumahan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh posisi Balikpapan sebagai pusat utama dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung.
Robi Ariadi, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, menjelaskan bahwa “fase kedua pembangunan IKN dan meningkatnya aktivitas industri yang mendorong mobilitas pekerja diperkirakan akan memberikan dorongan tambahan bagi pasar perumahan,” dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, 4 April 2026, yang dikutip dari Antara.
Robi menambahkan bahwa distribusi kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi masih mendominasi, dan pembiayaan perumahan tetap menjadi pilar penting bagi pasar properti di Balikpapan. Meskipun pasar hunian bergerak lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tetap tinggi. Dia mencatat bahwa rumah dengan ukuran besar mencatat penjualan yang lebih kuat pada akhir tahun 2025.
Hal ini menunjukkan adanya segmen pembeli yang aktif, terutama di kalangan individu yang membutuhkan lebih banyak ruang atau memiliki kemampuan pembiayaan yang lebih baik. Di Balikpapan, distribusi KPR mencapai Rp4,97 triliun pada akhir tahun 2025, dengan KPR menjadi metode utama bagi masyarakat untuk memperoleh rumah, menyumbang 78 persen dari total transaksi.
KPR tetap menjadi pilihan utama karena memungkinkan cicilan jangka panjang. Robi mengungkapkan bahwa pertumbuhan distribusi kredit pemilikan rumah tercatat meningkat 4,16 persen per tahun, meskipun ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Pembiayaan perumahan tetap stabil, dengan rasio kredit bermasalah di bawah lima persen, menunjukkan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kewajiban pinjaman meskipun ada pergeseran dalam aktivitas ekonomi.
Robi juga menyatakan bahwa volume distribusi pinjaman menunjukkan bahwa bagi sebagian besar keluarga, KPR merupakan solusi yang diperlukan, karena harga rumah di Balikpapan melebihi kemampuan pembayaran tunai. Hal ini menegaskan pentingnya KPR sebagai jembatan bagi masyarakat untuk memiliki rumah yang layak.
Pembangunan IKN diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Balikpapan. Dengan bertambahnya proyek infrastruktur dan industri, diperkirakan akan terjadi lonjakan permintaan akan hunian dari pekerja yang datang untuk berkontribusi dalam proyek-proyek tersebut. Hal ini akan berimplikasi positif pada sektor perumahan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Sebagai salah satu kota yang terpengaruh langsung oleh pembangunan IKN, Balikpapan perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan permintaan perumahan. Pemerintah daerah dan pengembang properti diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan ketersediaan hunian yang terjangkau dan berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, perkembangan proyek IKN memberikan peluang yang signifikan bagi pasar perumahan di Balikpapan. Dengan adanya dukungan pembiayaan melalui KPR dan meningkatnya aktivitas ekonomi, diharapkan permintaan perumahan akan terus meningkat, memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian lokal. Jika dikelola dengan baik, situasi ini dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Balikpapan di masa depan.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.