Penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, 16 CCTV merekam kejadian

Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS, 16 CCTV Terpasang

Jakarta, 13 Maret 2026 – Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Insiden yang mengejutkan ini terjadi di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Tempo, setidaknya 16 kamera pengawas (CCTV) terpasang di sekitar lokasi kejadian. Kamera-kamera tersebut berada di berbagai titik dan merekam situasi dari semua sisi jalan, yang diharapkan dapat membantu dalam mengungkap siapa pelaku di balik serangan ini.

Detail Kejadian

Menurut saksi mata bernama Dayat, 31 tahun, dua orang yang mengendarai sepeda motor mendatangi Andrie dan kemudian berputar balik untuk menyiramkan air keras ke arahnya. “Korban langsung menjatuhkan motornya dan berteriak meminta tolong sambil membuka pakaiannya,” ungkap Dayat saat ditemui pada Jumat pagi, 13 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa mereka sempat mengejar pelaku menggunakan motor Andrie, tetapi tidak berhasil menangkapnya.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini menambah kecemasan akan keselamatan aktivis yang sering terlibat dalam isu-isu kontroversial di tanah air.

Dampak dan Konteks

Serangan ini bukan hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga mencerminkan situasi yang lebih luas mengenai keamanan aktivis di Indonesia. Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memicu keprihatinan di kalangan masyarakat dan berbagai organisasi hak asasi manusia. Banyak yang mendesak agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan yang transparan dan mendalam untuk mengungkap pelaku serta motif di balik tindakan kekerasan ini.

Gerakan Nurani Bangsa, salah satu organisasi yang vokal, telah menyerukan agar kasus ini diusut tuntas. Mereka menekankan pentingnya perlindungan bagi aktivis yang berjuang untuk keadilan di Indonesia, agar tidak ada lagi insiden serupa di masa depan.

Kesimpulan

Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menunjukkan tantangan serius yang dihadapi oleh para aktivis hak asasi manusia di Indonesia. Dengan 16 CCTV yang merekam kejadian tersebut, ada harapan bahwa pihak berwenang dapat menemukan pelaku dan mencegah tindakan kekerasan lebih lanjut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya melindungi hak dan keselamatan para pejuang keadilan di negeri ini.

Drop Your Comment

Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.