Iran tutup komunikasi dengan AS setelah ancaman Trump

Iran Tutup Komunikasi dengan AS Setelah Ancaman Trump

Tempo.co, Jakarta – Iran telah menghentikan seluruh saluran komunikasi diplomatik dan tidak langsung dengan Amerika Serikat. Langkah ini diumumkan oleh Teheran Times, yang dikelola negara, pada Selasa, 7 April 2026, seperti yang dikutip oleh The Independent.

Keputusan ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman bahwa “peradaban seluruhnya akan mati malam ini” dalam meningkatkan ketegangan perang antara kedua negara. Pernyataan ini merupakan retorika publik yang paling ekstrem yang pernah diajukan Trump terhadap Iran.

Pesan tersebut disampaikan kurang dari 12 jam sebelum Trump menyatakan bahwa AS akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran terkait dengan gangguan yang terus-menerus terjadi pada pengiriman melalui Selat Hormuz.

Namun, The Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat Timur Tengah, bahwa negosiasi tidak langsung melalui mediator untuk mencapai gencatan senjata masih berlangsung. Langkah ini, yang dijelaskan oleh para pejabat sebagai sinyal kemarahan yang terukur, telah menyulitkan untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Trump pada pukul 20.00 waktu Washington, meskipun belum sepenuhnya merusak pembicaraan tersebut.

Menurut The Wall Street Journal, masih belum jelas apakah saluran komunikasi langsung antara Washington dan Teheran akan dipulihkan sebelum tenggat waktu yang ditentukan tersebut.

Dalam konteks ini, langkah Iran untuk menutup komunikasi dapat dianggap sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat. Hal ini berpotensi memperburuk situasi dan menghambat upaya untuk meredakan konflik yang sudah berlarut-larut.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat sejak penarikan diri AS dari Perjanjian Nuklir pada 2018. Ancaman Trump kali ini menunjukkan bahwa situasi dapat dengan cepat berubah menjadi lebih buruk, yang tidak hanya berdampak pada kedua negara tetapi juga bisa memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Apalagi, Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan utama yang digunakan untuk pengiriman minyak global. Jika situasi ini tidak dapat diredakan, dampaknya dapat dirasakan hingga ke Indonesia, terutama dalam hal kestabilan harga energi dan keamanan perdagangan.

Kesimpulannya, tindakan Iran untuk menutup komunikasi dengan AS menciptakan tantangan baru dalam hubungan internasional dan menambah ketidakpastian di kawasan. Masyarakat internasional perlu memperhatikan perkembangan ini dengan serius, mengingat potensi dampak yang bisa terjadi.

Drop Your Comment

Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.