4 Apr
TEMPO.CO, Jakarta – Pada hari Sabtu, 4 April 2026, Tempo English merangkum tiga berita teratas yang menjadi sorotan, termasuk berita penting mengenai Selat Hormuz yang melibatkan Rusia, China, dan Prancis. Berikut adalah rincian dari tiga berita utama tersebut.
Rusia, China, dan Prancis dilaporkan memblokade resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan memberikan otorisasi penggunaan kekuatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurut laporan yang dikutip dari Antara, The New York Times menyebutkan bahwa sumber diplomatik dan pejabat senior PBB mengonfirmasi informasi tersebut.
Draft resolusi yang diajukan oleh Bahrain dan didukung oleh negara-negara Teluk ini telah mengalami empat kali revisi setelah beberapa minggu melakukan negosiasi tertutup. Resolusi ini berisi klausa yang mengizinkan negara-negara anggota untuk menggunakan berbagai cara demi memastikan kebebasan navigasi dan mencegah penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran.
Pakar perlindungan anak, Nahar, menilai bahwa Indonesia menjadi pelopor dalam menyerukan kepatuhan platform digital global terhadap larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. “Ini adalah langkah baik, dan Indonesia pantas mendapatkan dukungan atas inisiatif ini,” ungkap Nahar saat dihubungi di Jakarta pada hari Kamis.
Menkominfo, Meutya Hafid, telah memanggil Meta dan Google karena kedua raksasa teknologi tersebut dinilai melanggar ketentuan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 9 Tahun 2026 yang mengatur perlindungan anak dalam sistem elektronik.
Kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi senilai Rp574 triliun, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menjelaskan bahwa jumlah ini sangat signifikan. “Meskipun situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia tetap menarik minat investor dari Jepang dan Korea,” ujarnya saat memberikan pembaruan dari Seoul, Korea Selatan.
Airlangga menyebutkan bahwa serangkaian komitmen investasi telah dihasilkan dari kunjungan tersebut. Dari Korea Selatan, telah ditandatangani Nota Kesepahaman senilai US$10,2 miliar atau Rp173 triliun. Sektor-sektor yang menjadi target investasi meliputi energi dan transisi hijau, energi surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta energi terbarukan.
Blokade yang dilakukan oleh Rusia, China, dan Prancis terhadap resolusi PBB ini menunjukkan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dan barang lainnya, sehingga konflik di sana dapat berdampak langsung terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, langkah Indonesia dalam menyerukan kepatuhan platform digital terhadap regulasi anak dapat menjadi contoh bagi negara lain, termasuk Australia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial.
Sementara itu, investasi yang diperoleh dari Jepang dan Korea Selatan merupakan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian global. Komitmen investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tanah air.
Ketiga berita ini menggambarkan tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dalam kancah internasional. Dari isu keamanan di Selat Hormuz hingga langkah proaktif dalam perlindungan anak, serta komitmen investasi yang signifikan, semua ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.