9 Mar
Perusahaan teknologi terkemuka, Apple, saat ini sedang menjajaki inovasi baru dengan mengembangkan teknologi pencetakan 3D untuk produksi sasis aluminium yang mungkin akan diterapkan pada iPhone dan Apple Watch di masa mendatang. Langkah ini berpotensi meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi penggunaan bahan baku.
Sebelumnya, Apple telah sukses menerapkan teknologi pencetakan 3D pada cangkang titanium untuk Apple Watch Ultra 3. Metode ini memungkinkan Apple untuk menghemat bahan mentah, mereduksi biaya produksi, serta memanfaatkan 100 persen bubuk titanium daur ulang. Hal ini menunjukkan komitmen Apple untuk berinovasi dalam proses produksinya.
Teknologi serupa juga telah digunakan pada versi titanium dari Apple Watch Series 11, serta pada komponen port USB-C di iPhone Air. Dengan langkah ini, Apple berencana untuk memperluas penerapan pencetakan 3D ke material aluminium, yang bisa mempermudah dan mempercepat proses produksi produk-produk mereka.
Menurut laporan dari jurnalis teknologi terkemuka, Mark Gurman, tim desain manufaktur Apple dan departemen operasionalnya tengah mengembangkan metode pencetakan aluminium dengan teknologi 3D. “Tim desain manufaktur perusahaan sedang mengembangkan cara untuk mencetak aluminium dengan teknologi 3D, yang akan meningkatkan efisiensi produksi casing Apple Watch dan, suatu hari nanti, kemungkinan juga casing iPhone,” ungkap Gurman yang dikutip dari laporan 9to5Mac.
Sebelumnya, Apple juga telah mengadopsi proses manufaktur aluminium baru pada MacBook Neo. Proses ini memungkinkan perusahaan untuk tetap menyajikan sasis aluminium yang kuat dan tahan lama pada laptop tersebut, meskipun dipasarkan sebagai MacBook dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun lebih ekonomis, produksi MacBook Neo tidak melibatkan pencetakan 3D, namun tetap dirancang untuk meminimalkan penggunaan logam, bahkan menggunakan sekitar 50 persen lebih sedikit aluminium dibandingkan proses tradisional.
Pentingnya teknologi pencetakan 3D tidak hanya terletak pada penghematan biaya, tetapi juga membuka peluang untuk peningkatan desain perangkat. Pada Apple Watch Ultra 3, Apple menggunakan teknologi ini untuk mencetak tekstur pada bagian yang sebelumnya sulit diproduksi dengan proses penempaan. Tekstur ini membantu meningkatkan ketahanan air pada rumah antena model seluler.
Di sisi lain, pada iPhone Air, teknologi pencetakan 3D memungkinkan pembuatan port USB-C yang lebih tipis, yang mungkin tidak dapat dicapai dengan metode manufaktur konvensional. Ini menunjukkan bahwa dengan pencetakan 3D, Apple mampu menghadirkan inovasi desain yang lebih baik dan fungsional.
Inovasi yang dilakukan Apple ini tidak hanya berdampak pada efisiensi produksi dan desain produk, tetapi juga dapat memengaruhi industri teknologi di Indonesia. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dan efisien, diharapkan dapat mendorong produsen lokal untuk mengadopsi metode serupa. Hal ini bisa menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Secara keseluruhan, langkah Apple untuk mengembangkan teknologi pencetakan 3D merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di pasar global, termasuk di Indonesia. Dengan adanya inovasi ini, Apple tidak hanya menjaga posisinya sebagai pemimpin dalam industri teknologi, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungan.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.