6 Apr
Politikus muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Melki Sedek Huang, menegaskan bahwa partainya tidak terlibat dalam praktik politik dua kaki di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Dalam keterangan resminya yang diterima pada Senin, 6 April 2026, Melki menyatakan, “PDIP tidak sedang bermain politik dua kaki. Politik dua kaki itu bukan gayanya kami.”
Melki, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDIP Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa partainya dipenuhi oleh kader-kader yang rasional dan objektif. Dia menambahkan, sudah menjadi hal yang wajar jika kader PDIP mendukung tindakan pemerintah yang positif bagi rakyat, sekaligus memberikan kritik konstruktif jika ada kebijakan yang kurang baik.
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini menegaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sangat memahami karakter kadernya. Hal ini membuat konsep partai sebagai penyeimbang menjadi sangat relevan dalam kondisi politik Indonesia saat ini. “DPR di bawah pimpinan Ibu Puan Maharani tetap menjalankan tugas konstitusinya dengan baik, terlihat dari banyaknya aksi nyata yang dilakukan oleh anggota kami,” tegasnya.
Melki juga mengungkapkan bahwa Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendukung penuh kebijakan positif pemerintah, sambil tetap memberikan kritik terhadap kebijakan yang dapat diperbaiki. Demikian pula, Dolfie Othniel Frederic Palit, Anggota DPR RI yang kini menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, terlibat dalam dialog-dialog konstruktif mengenai makroekonomi dengan berbagai instansi publik.
“Ketua Banggar, Pak Said Abdullah, juga selalu terbuka kepada rekan-rekan media untuk membahas pengamatannya terkait kondisi fiskal negara. Belum lagi Adian Napitupulu, Mufti Anam, dan banyak legislator PDIP lainnya yang melaksanakan tugas mereka dengan maksimal,” tambah Melki.
Lebih jauh, Melki menekankan bahwa pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo tidak seharusnya dipandang sebagai negosiasi politik antara elit yang menyebabkan PDIP kehilangan posisinya. “Pertemuan tersebut adalah silaturahmi antara dua pemimpin bangsa yang fokus mencari solusi atas isu-isu terkini yang membutuhkan peran banyak elemen, termasuk PDIP. Justru, pertemuan Ibu Mega dan Pak Prabowo harus lebih sering dilakukan,” ucapnya.
Sebelumnya, Tempo menerbitkan laporan berjudul “Buat Apa PDIP Berpolitik Dua Kaki di Depan Prabowo” yang menyoroti sikap PDIP yang belakangan sering kali mengkritik program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, di sisi lain, terjadi pertemuan antara Megawati dan Prabowo.
Empat politikus PDIP menjelaskan bahwa kritik terhadap Prabowo merupakan hasil pembicaraan dalam forum khusus internal partai. PDIP secara rutin mengadakan rapat untuk memantau kebijakan yang diambil oleh Kabinet Merah Putih.
Dengan tegas, Melki Sedek Huang dan kader PDIP lainnya berusaha menjelaskan bahwa sikap partai mereka adalah bentuk dukungan yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. PDIP tetap berkomitmen untuk memainkan peran sebagai penyeimbang di tengah dinamika politik yang ada, serta terus mengedepankan dialog dan kritik yang membangun.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.