7 Mar
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara panik. Himbauan ini disampaikan menyusul penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. Bahlil menegaskan bahwa stok bahan bakar di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Bersama Pertamina, kami telah beralih dari sumber di Timur Tengah ke Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil. Jadi, tidak perlu ada pembelian panik,” ungkap Bahlil di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta pada malam Jumat, 6 Maret 2026.
Pernyataan Bahlil ini merupakan tanggapan terhadap antrian panjang yang terlihat di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akibat ketakutan masyarakat akan kekurangan BBM. Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Bahlil sebelumnya yang menyebutkan bahwa stok BBM Indonesia cukup untuk memenuhi hingga 20 hari ke depan.
Bahlil menegaskan bahwa pernyataannya berkaitan dengan kapasitas maksimum penyimpanan minyak Indonesia yang dapat menampung cadangan hingga 25 hari. Dia juga menekankan bahwa hal ini sudah berlangsung lama dan bukan merupakan perkembangan baru.
Sementara itu, Bahlil menyatakan bahwa standar nasional menetapkan cadangan minimum minyak setidaknya 20 hari. Oleh karena itu, dia percaya tidak ada masalah dengan kapasitas penyimpanan minyak atau realisasinya di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.
“Standar ketersediaan minimal kami harus di atas 20 hari berdasarkan standar nasional. Saat ini, kami memiliki cadangan selama 23 hari. Ini berarti bahwa standar kepemilikan minyak kami aman. Jadi, tidak perlu panik. Suplai berjalan lancar,” jelas Bahlil.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Indonesia telah memproduksi solar secara domestik. Dia juga menekankan bahwa selama periode penyimpanan cadangan minyak 20 hari, proses produksi dan suplai tetap berjalan seperti biasa.
Bahlil mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena pemerintah selalu siap memberikan bantuan. “Insya Allah, meskipun ada perang di Timur Tengah, situasi kita aman. Saya ulangi, aman. Jadi, jangan dengarkan provokasi atau informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Pernyataan Menteri Bahlil diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM di tengah ketegangan internasional. Dengan jaminan stok yang mencukupi dan pengalihan sumber pasokan, diharapkan masyarakat tidak terjebak dalam panic buying yang dapat menyebabkan masalah lebih lanjut dalam distribusi dan ketersediaan bahan bakar.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.