16 Apr
Markas Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama di Surakarta mengambil langkah maju menuju energi bersih dengan memasang pembangkit listrik tenaga surya atap (PLTS Atap). Inisiatif yang diambil pada Rabu, 15 April 2026, ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon serta mendorong efisiensi anggaran negara.
Komandan Korem 074/Warastratama, Kolonel Infanteri Muhammad Arry Yudistira, menjelaskan bahwa pemasangan panel surya ini diproyeksikan dapat menghemat biaya listrik hingga 30–70 persen per bulan di setiap titik instalasi. Contohnya, biaya listrik di kantor Korem yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 3 juta per bulan kini bisa ditekan menjadi Rp 1-2 juta per bulan.
“Rata-rata, penghematan bisa sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Dalam satu tahun, total penghematan bisa mencapai Rp 18 juta per titik,” ungkap Yudistira.
Saat ini, panel surya telah dipasang di dua titik di lingkungan Makorem 074/Warastratama, dengan masing-masing titik terdiri dari 12 unit panel yang memiliki kapasitas total 54 kWh. Setiap gedung dilengkapi dengan inverter tersendiri, mengingat sistem kelistrikan di kompleks Korem menggunakan meteran yang terpisah per bangunan.
Yudistira memprediksi bahwa investasi awal untuk pemasangan panel surya ini akan mencapai titik impas atau break even point (BEP) dalam 7–8 tahun, sementara usia pemakaian panel surya dapat bertahan hingga 25 tahun. “Setelah melewati masa balik modal, penghematan anggaran dapat dinikmati hingga sekitar 17 tahun berikutnya,” jelasnya.
Yudistira menambahkan, jika inisiatif ini diterapkan secara luas di seluruh kantor pemerintah di Indonesia, maka penghematan anggaran negara dari sektor listrik dapat mencapai angka yang signifikan. Dana yang dihemat berpotensi dialihkan untuk program-program yang lebih berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi lingkungan, penggunaan energi surya juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil, seperti solar pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pengurangan konsumsi energi fosil ini berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi gas rumah kaca serta polusi udara.
Korem 074/Warastratama berencana untuk memperluas pemasangan panel surya ini secara bertahap. Tahun ini, ditargetkan akan ada empat titik tambahan di Makorem, sebelum akhirnya diperluas ke seluruh Markas Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Solo Raya.
Dengan langkah ini, diharapkan Korem 074/Warastratama dapat menjadi contoh dalam transisi menuju energi bersih dan efisiensi penggunaan anggaran di lingkungan pemerintahan Indonesia.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.