11 Mar
Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwasanya terdapat 105 titik rawan bencana di wilayah Jawa Barat menjelang arus mudik Lebaran ini. Dari jumlah tersebut, 52 titik teridentifikasi rawan banjir dan 53 titik lagi rawan longsor. Menurut Rina Kumala Sari, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, lokasi-lokasi tersebut mulai dari wilayah Bekasi hingga Bogor.
Beberapa lokasi yang diprediksi berpotensi mengalami banjir meliputi:
Daerah lain yang juga berisiko adalah Kecamatan Jatiasih di Kota Bekasi, Sindangbarang, Cidaun, Purwakarta, Sumedang, Cileunyi, serta Tasikmalaya, dan beberapa lokasi di sekitar Palimanan dan Pangandaran.
Sementara itu, daerah yang berpotensi longsor terpantau dari:
Rina menambahkan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat telah mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi dampak bencana ini dengan melakukan pembersihan saluran air bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Rina menjelaskan bahwa banjir di kawasan Bekasi termasuk dalam kategori banjir kawasan, yang membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan luas. Tantangan yang dihadapi dalam arus mudik tahun ini adalah potensi cuaca yang tidak menentu, termasuk hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir dan longsor. Selain itu, kerusakan jalan juga dapat terjadi akibat tergerus air serta lalu lintas kendaraan besar.
Dalam rangka memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik, Rina mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) sebanyak 117 unit dan 31 unit alat UPR di lokasi-lokasi rawan bencana. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana dan memastikan jalan yang terkena dampak akan segera ditangani. Proses ini sangat penting, terutama menjelang H-10 Lebaran ketika arus mudik mulai meningkat.
Dengan adanya identifikasi 105 titik rawan bencana di Jawa Barat, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada saat melakukan perjalanan mudik. Penanganan yang tepat dan antisipatif akan sangat membantu dalam menjaga keselamatan pemudik di tengah potensi cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur jalan.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.