Pelantikan Duta Besar Baru Afrika Selatan Roelf Meyer di AS

Afrika Selatan Lantik Duta Besar Baru di Tengah Ketegangan dengan AS

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, telah resmi melantik Roelf Meyer sebagai duta besar negara tersebut untuk Amerika Serikat. Pelantikan ini terjadi setelah hampir satu tahun posisi tersebut kosong, menyusul hubungan yang sulit dengan pemerintahan Donald Trump di Washington.

Juru bicara Ramaphosa, Vicent Magwenya, mengonfirmasi pelantikan ini melalui pesan kepada Associated Press dan beberapa media lainnya. “Saya bisa mengonfirmasi bahwa Presiden Cyril Ramaphosa telah melantik Tuan Roelf Meyer sebagai Duta Besar Afrika Selatan untuk AS,” ujarnya, efektif segera.

Siapa Roelf Meyer?

Roelf Meyer adalah seorang politisi veteran yang menjabat sebagai anggota parlemen dari 1979 hingga 1997. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari 1991 hingga 1992 di bawah pemerintahan minoritas kulit putih yang dipimpin oleh mantan Presiden F.W. De Klerk dari Partai Nasional. Meyer berperan sebagai negosiator utama dalam pembicaraan yang mengakhiri apartheid dan mengantarkan Nelson Mandela sebagai pemimpin kulit hitam pertama Afrika Selatan pada tahun 1994.

Setelah itu, Meyer diangkat menjadi Menteri Pengembangan Konstitusi dalam kabinet pemerintahan persatuan Mandela dari 1994 hingga 1996. Dia juga mendirikan Gerakan Demokratik Bersatu, sebuah partai tengah-kiri yang masih ada hingga kini, meskipun hanya memiliki tiga kursi dari 400 di Majelis Nasional. Meyer tidak lagi menjadi anggota partai tersebut.

Ketegangan Hubungan AS dan Afrika Selatan

Hubungan antara Amerika Serikat dan Afrika Selatan telah mengalami ketegangan, terutama selama era kepresidenan Donald Trump. Trump mengkritik pemerintah ANC Afrika Selatan dan memutuskan semua bantuan keuangan ke negara tersebut. Dia pernah menuduh pemerintah Afrika Selatan mengabaikan isu “genosida kulit putih” terhadap kelompok minoritas Afrikaner, dan mengkonfrontasi Ramaphosa mengenai isu ini di hadapan wartawan saat kunjungannya ke AS pada tahun 2025.

AS juga memberikan prosedur migrasi dan suaka khusus bagi Afrikaner yang merasa teraniaya di Afrika Selatan. Pendahulu Meyer, Ebrahim Rasool, diusir dari jabatannya pada Mei tahun lalu setelah mengkritik pemerintahan Trump, dengan menyatakan bahwa pemerintah AS berusaha “memproyeksikan korban kulit putih sebagai isyarat politik.” Meskipun pernyataan ini menimbulkan sejumlah kritik di Afrika Selatan, banyak yang menganggapnya tidak mengejutkan dari seorang diplomat yang dibesarkan dalam klasifikasi “berwarna” di bawah pemerintahan apartheid.

Pelantikan Meyer hadir setelah Ramaphosa menerima aktivis konservatif Leo Brent Bozell III sebagai duta besar baru AS untuk Afrika Selatan. Kedua negara juga berselisih mengenai keputusan Afrika Selatan untuk mengajukan kasus di Mahkamah Internasional yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Trump juga memboikot KTT Pemimpin G20 yang diselenggarakan Afrika Selatan pada tahun 2025 dan tidak mengundang Afrika Selatan ke pertemuan G20 yang diadakan di AS di Miami pada bulan Desember.

Di luar itu, Elon Musk, imigran kulit putih terkaya dan paling terkenal dari Afrika Selatan, telah lama menjadi kritikus tajam terhadap pemerintah di negara asalnya. Dalam beberapa hari terakhir, kritik Musk semakin meningkat terkait hambatan akses bagi perusahaan Starlink miliknya, yang ia klaim bermotif rasial.

Kesimpulan

Pelantikan Roelf Meyer sebagai duta besar Afrika Selatan untuk AS merupakan langkah penting di tengah ketegangan yang ada. Dengan latar belakangnya yang kaya dalam politik dan negosiasi, Meyer diharapkan dapat membangun kembali hubungan yang lebih baik antara kedua negara, meskipun tantangan yang ada tetap besar.

Drop Your Comment

Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.