Ilustrasi kerugian ekonomi Israel akibat konflik Gaza

Ekonomi Israel Terpuruk US$57 Miliar Akibat Perang Gaza

TEMPO.CO, Jakarta – Ekonomi Israel mengalami kerugian lebih dari US$57 miliar, setara dengan sekitar Rp 961 triliun, selama dua tahun konflik di Gaza. Angka ini diungkapkan dalam laporan Bloomberg dan Anadolu pada Senin lalu.

Data dari laporan tahunan Bank of Israel tahun 2025 menunjukkan bahwa negara ini kehilangan 177 miliar shekel, yang setara dengan sekitar US$57 miliar. Kerugian ini mencapai 8,65% dari produk domestik bruto (PDB) tahunan Israel antara tahun 2023 hingga 2025.

Dampak Serangan Militer

Kerugian ekonomi tersebut sebagian besar disebabkan oleh serangan yang dilakukan ke Gaza, termasuk tindakan militer Israel di Lebanon. Laporan tersebut juga tidak mencakup dampak ekonomi dari perang dengan Iran, yang telah memasuki minggu keempat. Israel meluncurkan serangan awal pada 28 Februari, didukung oleh Amerika Serikat, dan menghadapi serangan balasan dari Iran.

Pada awal bulan ini, Kabinet Israel menyetujui revisi anggaran negara untuk tahun 2026, menambah dana sebesar US$13 miliar untuk operasi militer.

Perubahan Pola Perdagangan

Laporan tersebut mencatat adanya perubahan pola perdagangan, di mana ekspor ke delapan negara Uni Eropa yang kritis terhadap Israel menurun sebesar US$1 miliar di tahun 2024 dan US$1,5 miliar di tahun 2025. Menurut Bank Sentral Israel, pola ini mungkin menunjukkan bahwa posisi politik mempengaruhi volume ekspor ke negara-negara tersebut.

Selain itu, laporan tersebut menambahkan bahwa perang selama 12 hari dengan Iran pada bulan Juni lalu mengurangi output ekonomi Israel sebesar 0,3% dari PDB-nya.

Tragedi di Gaza

Israel meluncurkan operasi militer di Gaza pada Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian setidaknya 72.000 warga Palestina, sekitar 172.000 lainnya terluka, dan sekitar 90% infrastruktur sipil hancur. Meskipun gencatan senjata terjadi tahun lalu, kekuatan Israel terus membunuh ratusan warga Palestina di Gaza.

Perkembangan ini menunjukkan dampak yang signifikan dari konflik yang berkepanjangan terhadap perekonomian Israel dan juga menciptakan ketegangan yang lebih besar di kawasan tersebut. Bagi Indonesia, situasi ini menjadi perhatian, mengingat banyak warga negara kita yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian di Timur Tengah.

Kesimpulan

Dengan kerugian ekonomi yang mencapai US$57 miliar, Israel menghadapi tantangan besar dalam upaya pemulihan. Perang yang berkepanjangan tidak hanya merugikan ekonomi, tetapi juga menguras sumber daya dan menciptakan ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan. Memahami konteks ini penting bagi masyarakat internasional dalam mencari solusi yang berkelanjutan untuk konflik yang terus berlanjut ini.

Drop Your Comment

Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.