11 Mar
Hasil tes kemampuan akademik (TKA) untuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama akan menjadi salah satu faktor penting dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hasil TKA akan menjadi komponen penilaian penting dalam jalur prestasi pada SPMB mendatang.
Mu’ti menegaskan bahwa TKA dirancang untuk mengukur kemampuan dasar akademik siswa, khususnya dalam dua aspek utama, yaitu literasi dan numerasi. Oleh karena itu, ujian untuk jenjang SD dan SMP hanya akan mencakup dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. “Bahasa Indonesia akan digunakan untuk mengukur kemampuan literasi siswa, sedangkan Matematika bertujuan untuk menilai kemampuan numerasi mereka,” jelas Mu’ti dalam keterangan resminya.
Mu’ti menyampaikan informasi ini saat meninjau gladi pelaksanaan TKA di UPTD SMP Negeri 2 Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari usaha pemulihan layanan pendidikan di wilayah yang mengalami dampak bencana.
Menurut Mu’ti, hasil TKA akan berfungsi tidak hanya sebagai alat ukur kemampuan siswa, tetapi juga sebagai salah satu aspek penilaian dalam proses penerimaan murid baru melalui jalur prestasi pada SPMB 2026. Ia mengimbau semua pemangku kepentingan pendidikan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan semua pihak terkait agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung dengan jujur dan penuh semangat,” tambah Mu’ti.
Dalam kunjungan tersebut, Mu’ti juga meresmikan pembangunan revitalisasi gedung sekolah di UPTD SMP Negeri 2 Peudada serta memberikan bantuan pemerintah kepada pihak sekolah. Guru-guru di sekolah tersebut telah mulai mempersiapkan siswa untuk menghadapi TKA sejak awal semester genap.
Dewi Nofita, guru matematika di SMPN 2 Peudada, menjelaskan bahwa sekolah memberikan pendalaman materi khusus untuk dua mata pelajaran yang akan diujikan. “Kami menggunakan papan interaktif digital untuk membuat soal latihan yang lebih menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan saat belajar. Pendalaman materi dimulai sejak awal semester genap, dengan pembelajaran setiap mata pelajaran diatur sekitar 10 jam per minggu secara bergilir,” ungkapnya.
Sejumlah siswa juga mengungkapkan persiapan mereka menghadapi ujian tersebut. Haiyatul Husna, siswi kelas IX SMPN 2 Peudada, mengaku rutin mengerjakan latihan soal setiap hari. “Saya berharap bisa mendapatkan nilai terbaik agar dapat melanjutkan ke SMA atau SMK yang saya inginkan,” ucap Husna.
Siswa lainnya, Fajar Rizki, juga merasa bahwa TKA merupakan kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. “Saya ingin masuk ke sekolah yang saya impikan, jadi saya terus mempersiapkan diri hingga pelaksanaan TKA nanti,” kata Fajar.
Hasil TKA untuk jenjang SD dan SMP menjadi aspek penting dalam jalur prestasi pada SPMB 2026. Dengan persiapan yang matang dari pihak sekolah dan antusiasme siswa dalam belajar, diharapkan pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar dan menghasilkan siswa-siswa yang siap menghadapi tantangan pendidikan selanjutnya.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.