17 Mar
Pada Selasa, 17 Maret 2026, pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) memutuskan untuk menerapkan skema satu arah atau one way guna mengatasi lonjakan volume kendaraan yang terjadi saat arus mudik. Penerapan ini dilakukan setelah terpantau peningkatan signifikan dalam jumlah kendaraan yang melintas di tol tersebut.
Sejak pukul 00.00 hingga 19.00 WIB, sekitar 56.000 kendaraan tercatat melintasi Gerbang Tol Cikopo dari arah Jakarta menuju Cirebon. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada hari sebelumnya.
“Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali meningkat sekitar 18 persen dibandingkan hari sebelumnya, dengan total mencapai 71.000 kendaraan,” ungkap Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Sustainability Management & Corporate Communications Astra Tol Cipali.
Rekayasa lalu lintas dengan penerapan one way ini diberlakukan di ruas Tol Cipali dari KM 72 hingga KM 188, dimulai tepat pada pukul 15.21 WIB. Langkah ini merupakan bagian dari tahap I rekayasa lalu lintas satu arah, yang mencakup KM 70 (Jakarta–Cikampek) hingga KM 263 (Pejagan–Pemalang).
Sebelum penerapan skema ini, persiapan yang matang telah dilakukan, termasuk sterilisasi jalur arah Jakarta dan area istirahat di sepanjang jalur tol, yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Semua proses ini dilakukan berdasarkan arahan langsung dari petugas kepolisian di lapangan.
Ardam juga menambahkan bahwa saat ini rest area di Tol Cipali terlihat ramai oleh pengunjung. “Namun, kapasitas parkir masih tersedia,” tuturnya. Ia mengimbau kepada para pemudik agar membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna jalan lainnya.
Pemudik juga disarankan untuk memanfaatkan fasilitas di luar jalan tol dengan keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat sebelum kembali masuk tanpa dikenakan biaya tambahan. Sistem transaksi pada jaringan Tol Trans-Jawa menggunakan sistem tertutup sehingga tarif tol tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh perjalanan.
“Kami mengingatkan pemudik agar tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam kondisi darurat,” tambah Ardam. Langkah ini diambil untuk menghindari perlambatan arus lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama.
Penerapan skema one way ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di ruas-ruas tol yang menjadi jalur utama arus mudik, terutama menjelang Lebaran 2026. Dengan meningkatnya volume kendaraan, langkah ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi risiko kemacetan yang sering terjadi saat momen-momen padat seperti ini.
Selain itu, dengan adanya imbauan dan pengaturan yang ketat, diharapkan keselamatan para pemudik juga dapat terjaga. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna jalan untuk mematuhi aturan dan imbauan yang diberikan, agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Dengan penerapan skema one way di Tol Cipali, diharapkan bisa mengoptimalkan arus lalu lintas yang padat dan memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Pengelola jalan tol terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik demi kepuasan dan keselamatan pengguna jalan selama musim mudik ini.
Proudly powered byWordPress. Theme byWeblizar.